Melepas Aki Mobil Saat Tidak Dipakai bisa jadi penyelamat atau bencana! Cari tahu mana yang bikin aki awet atau malah soak!
Kami masih ingat banget waktu itu—sekitar dua bulan lalu, Kami harus pergi ke luar kota untuk urusan kerjaan dan mobil Kami nggak dipakai sama sekali selama hampir tiga minggu. Kami pikir, “Ah, aman lah, mobil di garasi, nggak ada masalah.” Tapi waktu balik dan coba nyalain, starter cuma ngeklik pelan… dan ya, mobil nggak nyala. Setelah cek sana sini, ternyata akinya tekor. Dari situ Kami belajar satu hal penting: *melepas aki mobil saat tidak dipakai* itu bukan sekadar tips sembarangan. Bisa jadi penyelamat dompet!
Berangkat dari pengalaman itu, Kami mau cerita lebih lanjut soal penting nggaknya cabut aki kalau mobil bakal lama nggak dipakai. Mungkin Anda juga pernah atau bakal ngalamin hal serupa.
Waktu mobil nganggur, ternyata listrik di aki tetap jalan lho. Alarm, jam, sistem komputer mobil—semuanya nyedot daya meski mesin mati. Lama-lama ya habis juga tegangannya. Dan kalau nggak diisi ulang, aki bisa soak total.
Bukan cuma itu, ternyata ada istilah sulfasi. Ini tuh kayak penumpukan kristal di dalam aki yang bikin kapasitasnya turun. Gara-gara nggak pernah dicas lewat alternator, kristal itu jadi keras dan permanen. Udah gitu, mustahil buat dibalikin normal kalau udah parah. Serem kan?
Kami waktu itu ngerasa ada yang aneh:
Kalau Anda juga ngalamin hal yang sama, kemungkinan besar aki Anda udah mulai drop.
Kalau mobil nggak dipakai lebih dari dua minggu, lebih aman kalau akinya dicabut. Bukan karena paranoid ya, tapi karena memang aki itu butuh “interaksi” buat tetap sehat.
Contohnya waktu Kami tinggalin mobil buat trip ke luar kota, itu kesalahan Kami nggak cabut aki. Kalau diulang, pasti Kami lepas dulu kabel minusnya.
Beberapa kondisi yang bikin Anda perlu pertimbangin lepas aki:
Nggak dilepas, risikonya cukup lumayan:
Kami pribadi udah ngerasain semua di atas, dan percaya deh, itu bikin stress. Lebih baik repot sedikit di awal, daripada keluar biaya di akhir.
Nggak ribet, Anda cuma butuh:
Tips: Jangan sampai urutan salah, karena bisa nyetrum atau bikin korslet kalau kabel positif nyentuh logam saat negatif masih terpasang.
Kami sempat coba trickle charger dan itu penyelamat banget! Alat ini ngasih arus kecil yang stabil biar aki tetap hidup. Cocok buat yang males bongkar pasang kabel tiap mobil nggak dipakai.
Kalau nggak punya charger, coba deh rutinin nyalain mobil seminggu sekali. Jalan keliling kompleks 15–20 menit cukup kok. Biar alternator kerja dan aki tetap sehat.
Ini juga jadi alasan Kami kadang nyalain mobil tengah malam pas inget—daripada besok soak!
Kalau Anda simpan aki dengan cara yang benar—di tempat kering, nggak kena matahari langsung, dan posisi tegak—aki bisa tahan dilepas hingga 2–3 bulan. Tapi perlu dicatat ya, walau dicabut, aki tetap bisa kehilangan daya secara perlahan. Jadi kalau bisa, cek voltase tiap 2 minggu pakai voltmeter sederhana. Simpel banget dan bikin aki Anda tetap sehat.
Kalau mobil beneran nggak bakal dipakai lebih dari dua minggu, sebaiknya dicabut aja. Ini bukan soal ribet atau nggaknya, tapi soal mencegah aki drop total. Tapi kalau Anda punya alat kayak trickle charger, ya bisa lebih fleksibel. Intinya: kalau nggak bisa rutin nyalain mobil, cabut aja deh.
Melepas Aki Mobil Saat Tidak Dipakai harus apa enggak? Nggak harus dilepas sih, tapi lebih aman kalau iya. Apalagi kalau Anda tahu bahwa mobil nggak bakal jalan dalam waktu lama. Aki yang terus-menerus kehilangan daya tanpa isi ulang itu bakal rusak pelan-pelan. Kalau Anda Kaming aki (dan dompet), lebih baik dilepas.
Selalu lepas negatif (-) dulu. Ini penting banget dan banyak orang suka salah. Soalnya kabel negatif nyambung ke body mobil. Kalau Anda lepas positif dulu dan kunci nyenggol body mobil, bisa muncul percikan api atau bahkan korslet. Safety first, ya!
Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari benda logam atau cairan. Jangan ditaruh langsung di lantai semen karena katanya bisa mempercepat kehilangan daya—pakai alas kayu atau karton. Dan pastikan posisi aki tegak, jangan miring apalagi rebah. Kalau bisa, periksa voltase dan bersihin terminalnya secara berkala.
Boleh banget, nggak masalah. Tapi memang, mobil matic (apalagi yang sudah canggih) biasanya punya sistem elektronik yang sensitif. Saat aki dipasang kembali, beberapa fitur kayak jam digital, sistem audio, atau bahkan ECU bisa reset. Jadi, jangan panik kalau tiba-tiba radio Anda minta kode. Baca buku manual mobilmu dulu biar nggak bingung.
Buat Kami pribadi—dan mungkin Anda juga—melepas aki mobil saat nggak dipakai dalam waktu lama itu bukan hal sepele. Ini bisa jadi langkah kecil yang ngelindungin kita dari pengeluaran besar.
Kalau Anda tipe orang yang suka praktis, pakai maintainer bisa jadi opsi keren. Tapi kalau niat menjaga aki dengan serius, cabut kabel negatif sebelum pergi lama itu langkah cerdas.
Intinya? Jangan anggap remeh mobil yang nganggur. Rawat aki, rawat mobilmu. Biar pas dipakai lagi, semuanya siap jalan tanpa drama.
Dan kalau Anda butuh bantuan, Bateriku.id siap bantu mulai dari cek aki sampai ganti di tempat. Serius, praktis banget!