Tekanan Angin Ban Mobil Saat Mudik wajib dicek! Kalau salah atur, boros bensin & bisa pecah di jalan. Berapa psi idealnya? Cek di sini!
Mudik adalah momen spesial yang ditunggu-tunggu banyak orang di Indonesia. Perjalanan panjang menggunakan mobil pribadi memang menyenangkan, tetapi ada banyak hal yang harus diperhatikan demi kenyamanan dan keselamatan, salah satunya adalah tekanan angin ban. Kami pernah mengabaikan hal ini, dan akibatnya, perjalanan yang seharusnya lancar malah jadi penuh drama. Ban terasa goyang, konsumsi bensin membengkak, dan perasaan waswas terus menghantui. Jadi, supaya Anda tidak mengalami hal yang sama, yuk kita bahas berapa tekanan angin ban yang ideal saat mudik!
Tekanan angin ban yang pas itu seperti fondasi rumah—kalau tidak sesuai, semuanya bisa berantakan. Ban dengan tekanan yang ideal akan memberikan traksi yang baik, menghindari selip, serta menjaga efisiensi bahan bakar. Kami dulu berpikir bahwa tekanan ban hanya berpengaruh pada kenyamanan, tetapi ternyata dampaknya lebih luas, termasuk pada umur ban dan keamanan saat berkendara.
Kami pernah melakukan kesalahan klasik: menganggap tekanan ban yang terlalu rendah lebih nyaman karena lebih empuk. Hasilnya? Ban lebih cepat panas, konsumsi bahan bakar naik, dan yang paling mengerikan, ada risiko pecah ban di jalan tol! Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga bahaya karena mengurangi daya cengkeram ban ke jalan, membuat mobil lebih sulit dikendalikan, apalagi di jalanan licin atau berlubang.
Setiap mobil punya standar tekanan ban yang berbeda. Berikut beberapa panduan umum:
Sebelum mudik, cek rekomendasi tekanan ban di pintu mobil atau buku manual kendaraan supaya tidak salah.
Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi tekanan ban selama perjalanan:
Kami biasanya mengecek tekanan ban di pagi hari sebelum perjalanan dimulai, saat ban masih dalam kondisi dingin. Ini penting karena tekanan ban bisa naik seiring pemakaian.
Jangan cuma mengandalkan bengkel, punya alat sendiri lebih praktis! Yang Kami rekomendasikan:
a. Tire pressure gauge – Untuk mengukur tekanan ban dengan akurat.
b. Kompresor angin portable – Supaya bisa mengisi angin kapan saja, terutama di perjalanan jauh.
Musim hujan bikin perjalanan mudik jadi lebih menantang, terutama kalau ban mobil nggak dalam kondisi prima. Jalanan licin, genangan air, dan risiko aquaplaning bisa bikin nyetir jadi lebih berbahaya. Makanya, sebelum berangkat, penting banget buat ngecek tekanan angin, kondisi ban, dan pastikan grip-nya masih oke. Nggak mau dong, perjalanan mudik yang harusnya seru malah jadi deg-degan karena ban selip? Yuk, kita bahas tips simpel tapi krusial biar ban tetap aman dan perjalanan tetap nyaman meski hujan deras!
Usia ban ideal untuk diajak mudik biasanya maksimal 3–5 tahun sejak tanggal produksi, tergantung pada kondisi pemakaian dan perawatannya. Ban yang sudah lebih dari 5 tahun cenderung kehilangan elastisitas karet, daya cengkeramnya berkurang, dan berisiko pecah di perjalanan jauh.
Tapi jangan hanya mengandalkan usia saja! Periksa juga tanda-tanda keausan, seperti:
Jadi, kalau ban mobilmu sudah lebih dari 3 tahun atau menunjukkan tanda-tanda di atas, lebih baik ganti dulu sebelum mudik. Jangan sampai perjalanan jadi berbahaya hanya karena ban yang sudah tidak prima! 🚗💨
Setiap ban punya rating grip yang berbeda. Untuk musim hujan, Kami pribadi lebih suka menggunakan ban dengan rating wet grip yang tinggi agar daya cengkeram ke aspal tetap maksimal.
Saat hujan, air di jalanan harus bisa disalurkan melalui alur ban agar tetap mencengkeram aspal dengan baik. Ban yang sudah menipis kehilangan kemampuan ini, sehingga lebih rentan tergelincir. Idealnya, kedalaman alur ban minimal 3 mm untuk performa optimal di musim hujan.
Aquaplaning terjadi saat ban kehilangan kontak dengan aspal karena genangan air. Jaga kecepatan tetap stabil, kurangi kecepatan sebelum memasuki genangan, dan hindari manuver mendadak di jalan basah.
Nitrogen memiliki molekul yang lebih besar dibandingkan udara biasa, sehingga lebih stabil dan tidak mudah mengembang akibat panas. Ini sangat membantu dalam perjalanan jauh saat suhu ban meningkat. Selain itu, nitrogen lebih tahan terhadap perubahan tekanan sehingga mengurangi risiko ban meledak. Namun, jika sulit menemukan nitrogen di perjalanan, angin biasa tetap bisa digunakan asal tekanan tetap dijaga sesuai rekomendasi.
Pernah mengalami ban bocor di tengah perjalanan dan ternyata ban cadangan juga kempes? Kami pernah, dan itu benar-benar mimpi buruk. Jangan sampai mengalami kejadian tidak mengenakkan seperti Kami yang lupa mengecek ban cadangan dan baru sadar ketika perlu digunakan! Selalu bawa ban cadangan, dongkrak, dan toolkit darurat.
Biasanya antara 30-36 psi, tergantung jenis mobil dan muatan.
Sekitar 32-34 psi tergantung beban.
Biasanya 33-35 psi agar tetap nyaman dan aman.
Tekanan angin ban mobil saat mudik bukan sekadar angka, tetapi faktor penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara. Dari pengalaman pribadi, mengecek tekanan ban sebelum berangkat bisa menghindari banyak masalah di perjalanan. Pastikan tekanan ban sesuai, cek secara berkala, dan jangan lupa siapkan ban cadangan. Dengan begitu, perjalanan mudik akan lebih lancar, aman, dan menyenangkan!
Selain itu, jangan lupakan kondisi aki mobil! Aki yang bermasalah bisa membuat mobil sulit dinyalakan atau mogok di tengah perjalanan. Jika mengalami kendala aki saat mudik, Bateriku siap membantu kapan saja teritama area Jakarta Barat. Dengan begitu, perjalanan mudik akan lebih lancar, aman, dan menyenangkan!