Ukuran Aki Mobil BRV sering bikin bingung? Temukan rekomendasi terbaik, ukuran yang pas, dan tips pilih aki biar mobilmu makin bertenaga!
Kami masih ingat pertama kali punya Honda BR-V. Waktu itu Kami benar-benar bodoh soal aki mobil—jujur aja. Kami pikir semua aki sama aja, tinggal pasang dan selesai. Tapi ternyata nggak sesimpel itu. Mobil Kami pernah mogok pagi-pagi, pas mau berangkat kerja, cuma gara-gara salah pilih ukuran aki. Sejak saat itu Kami belajar banyak soal ukuran aki mobil BRV dan bagaimana memilih yang paling cocok biar nggak bikin pusing di kemudian hari.
Kalau Anda juga pemilik Honda BR-V—baik generasi pertama atau generasi yang baru—Kami bisa bilang satu hal: nggak ada hal yang lebih ngeselin daripada mobil susah distarter cuma karena aki-nya melemah. Dan lebih ngeselin lagi kalau ternyata salah beli ukuran aki yang akhirnya bikin sistem listrik mobil jadi nggak stabil.
Jadi di artikel ini, Kami mau sharing pengalaman Kami, kesalahan kecil (dan memalukan) yang pernah Kami buat, dan pelajaran yang sampai sekarang masih Kami pegang. Semua informasi teknisnya tetap akurat, tapi cara Kami ceritakan bakal lebih kayak ngobrol. Harapannya, Anda bisa ngerti tanpa harus buka manual book.
Waktu Kami pertama kali cari ukuran aki BR-V, yang bikin Kami bingung adalah kok ada kode-kode aneh kayak NS40ZL, NS60L, 46B24L… rasanya kayak baca kode rahasia. Tapi setelah Kami pelajari pelan-pelan, semuanya masuk akal.
Honda BR-V memang punya dua ukuran aki berbeda tergantung generasinya:
Dan kapasitas standarnya ada di rentang:
35–45 Ah
Waktu itu Kami sempat salah kaprah. Kami kira semakin besar Ah, semakin bagus. Padahal nggak juga. Kalau kelistrikannya tidak mendukung, malah bisa bikin alternator kerja lebih berat. Jadi, pabrikan sudah menyiapkan ukuran paling ideal buat BR-V, dan itu yang seharusnya kita ikuti.
Nah, ini penting banget. Perbedaan ukuran aki ini sering banget bikin orang salah beli.
Biasanya memakai NS40ZL (35–38 Ah).
Generasi pertama ini fiturnya belum sebanyak Gen 2, jadi aki dengan kapasitas segitu sudah lebih dari cukup.
Menggunakan NS60L (46B24L) dengan kapasitas 45 Ah.
Kami sempat coba pakai aki lebih kecil di Gen 2 karena stoknya kebetulan habis. Hasilnya? Head unit jadi suka restart sendiri. Dari situ Kami benar-benar belajar bahwa ukuran aki itu bukan cuma angka.
Ini beberapa tanda yang dulu Kami cuekin… sampai akhirnya mogok juga:
Kami pernah coba pakai aki sampai hampir 3 tahun karena merasa masih kuat. Tapi ya… tiba-tiba drop total di parkiran mall. Akhirnya nunggu teknisi hampir sejam. Jangan ditiru.
Kalau ngomongin aki, Kami sudah coba beberapa merek. Ada yang murah banget tapi cepat tekor, ada yang kuat tapi harganya bikin kening berkerut. Sampai akhirnya Kami kembali ke GS Astra — bukan karena iklan, tapi karena memang paling stabil di mobil Kami.
Buat Anda pengguna BR-V Gen 1, menurut Kami tipe inilah yang paling pas.
Kenapa?
Kami pernah pakai ini hampir dua tahun, dan performanya stabil banget. Bahkan saat jalanan macet parah dan AC nyala terus, nggak ada drama.
Nah, buat Gen 2, jangan coba-coba pakai aki lebih kecil.
Aki NS60L ini punya:
Waktu Kami ganti ke NS60L pertama kali, bedanya terasa. Starter jadi lebih cepat dan suara mesin lebih halus di awal nyala. Fitur mobil juga tidak lagi suka nge-lag.
Aki seri Hybrid ini semacam upgrade dari seri biasa.
Keunggulannya:
Kami pakai ini waktu banyak keluar kota. Getaran jalan rusak yang biasanya bikin aki cepat lemah, ternyata nggak terlalu ngaruh. Performanya tetap stabil.
Setelah mencoba berbagai macam, GS Astra tetap jadi favorit Kami. Alasan utamanya sederhana: stabil dan nggak rewel. Kami tipe orang yang nggak suka ribet soal perawatan.
Ada beberapa alasan kuat:
Buat BR-V yang sering dipakai di perkotaan, panas mesin + panas cuaca sangat memengaruhi umur aki. Dan GS Astra menurut Kami lebih tahan banting dalam situasi seperti itu.
Harga memang bervariasi, tapi rata-rata:
Menurut Kami ini harga yang fair, apalagi dibandingkan performanya. Toh aki termasuk komponen vital.
Kalau soal beli aki, Kami hampir selalu lewat Bateriku.id. Alasannya simpel:
Kami pernah ganti aki di tempat lain dan malah ditawari komponen yang nggak perlu. Di Bateriku.id, Kami merasa lebih tenang.
Setelah memahami pengalaman Kami—dan mungkin pengalaman pahit Kami—ada beberapa tips penting yang bisa Anda pegang sebelum beli aki baru.
Kalau Anda sering macet, sering pakai AC dan head unit dalam waktu lama, atau pakai dashcam yang nyala terus, Anda mungkin butuh aki dengan kapasitas lebih besar seperti NS60L.
Semakin banyak fitur aktif, semakin besar kebutuhan listrik.
BR-V Gen 2 misalnya, jelas butuh aki yang lebih kuat.
Kami pernah salah pilih terminal kanan vs kiri dan jadi tidak bisa dipasang.
BR-V umumnya pakai terminal L, jadi hati-hati.
Bagian ini Kami susun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sering Kami terima dari teman-teman pemilik BR-V.
Aki 55 Ah itu biasanya dipakai buat mobil-mobil yang punya kebutuhan listrik lumayan besar, tapi nggak sampai level mobil premium atau mesin besar. Kapasitas 55 Ah cocok buat kendaraan yang punya cukup banyak fitur kelistrikan—misalnya head unit modern, sensor-sensor, sampai charger di beberapa port.
Biasanya aki 55 Ah banyak ditemukan pada mobil-mobil seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda Mobilio versi tertentu, atau Nissan Livina. Tapi ini bukan ukuran saklek ya. Karena tiap mobil punya kebutuhan listrik yang beda tergantung generasi, trim, dan perangkat tambahan.
Kalau Anda pakai BR-V, ukuran 55 Ah itu bisa masuk kalau Anda sering nambah perangkat aftermarket di mobil seperti sound system, dashcam, atau lampu-lampu tambahan. Tapi tetap cek dudukan aki dan posisi terminalnya supaya cocok. Jangan sampai salah beli, bikin repot sendiri nanti.
Nah, aki tipe 80D26L ini termasuk kategori ukuran yang “gede”. Biasanya dipakai buat mobil-mobil yang mesinnya lebih besar atau punya sistem kelistrikan yang berat. Contoh mobil yang pakai D26L antara lain Toyota Kijang Innova, beberapa varian Fortuner bensin, Nissan X-Trail lama, atau beberapa SUV yang pakai banyak komponen elektronik.
Kode “D26L” itu bukan cuma angka acak, ya.
Aki ini bukan ukuran standar BR-V, jadi kalau Anda pakai BR-V, jangan pilih tipe ini kecuali memang sudah memodifikasi dudukan akinya (dan itu jarang banget dilakukan). Aki yang terlalu besar justru bikin komponen lain berdesakan dan bisa mengganggu sirkulasi udara di ruang mesin.
Honda BR-V umumnya menggunakan dua ukuran aki, tergantung generasinya. Ini sering bikin pemilik mobil bingung, terutama yang baru pertama kali mau ganti aki.
Berikut gambaran paling gampangnya:
Perbedaan ukuran ini bukan sekadar angka. Kalau Anda pasang aki yang terlalu kecil di BR-V Gen 2 misalnya, mobil bisa tetap hidup, tapi performanya bisa turun, terutama saat start pagi hari. Lampu-lampu bisa lebih cepat redup dan umur pemakaian aki bisa lebih pendek karena “dipaksa kerja keras”.
Harga aki buat BR-V itu tergantung dari ukuran dan tipe akinya. Tapi kalau Anda pakai GS Astra, ini gambaran harganya yang paling umum:
Yang bikin banyak orang akhirnya beli via Bateriku.id adalah karena Anda nggak hanya dapat aki baru. Anda juga dapat:
Dan jujur ya, kalau aki tiba-tiba soak di parkiran kantor atau mall, layanan kayak gini itu penyelamat banget. Anda nggak perlu dorong mobil atau nunggu sampai ada bengkel buka. Tinggal klik, teknisi datang, mobil langsung hidup lagi.
Setelah bertahun-tahun pakai BR-V dan beberapa kali mengalami masalah aki, Kami jadi sadar bahwa memilih aki bukan sekadar beli yang murah atau besar. Harus sesuai ukuran dan kebutuhan mobil.
Kalau Kami boleh kasih saran terakhir: jangan tunggu aki benar-benar drop. Penggantian aki tepat waktu jauh lebih murah daripada risiko mogok di tempat yang salah.